preloader
Edit Content

About Us

We must explain to you how all seds this mistakens idea off denouncing pleasures and praising pain was born and I will give you a completed accounts off the system and expound.

Contact Info

Sosialisasi Bagian Kepaniteraan Ortho, Kolaborasi, dan Forensik di RSIGM FKG UMI

Makassar, 14 April 2025 — Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSIGM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Sosialisasi Mekanisme Kepaniteraan Bagian Ortho, Kolaborasi, dan Forensik. Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa koasisten (Co-Ass) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UMI guna memberikan pemahaman teknis dan administratif terkait pelaksanaan program klinik di tiga bidang tersebut.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan RSIGM UMI, antara lain Dr. drg. Nur Asmah, Sp.KG(K) selaku Direktur Pendidikan, Penelitian, Pelatihan, dan Pengabdian Masyarakat; drg. Risnayanti Anas, M.Kes. selaku Direktur Perencanaan, Administrasi, Umum, SDM, dan Keuangan; serta drg. Chusnul Chotimah, Sp.Pros. selaku Ketua Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik). Turut hadir pula Direktur Utama RSIGM UMI, drg. Nurfadillah Arifin, MARS., yang sekaligus menjadi narasumber dalam sesi pemaparan program kolaborasi.

Dalam sesi pemaparan teknis, drg. Yustisia Puspitasari, Sp.Ort. menjelaskan bahwa mekanisme Hari Ortho bersifat terkunci dan hanya dapat diakses melalui pendaftaran daring. Mahasiswa wajib melakukan absensi dua kali (pagi dan sore) dan tidak diperkenankan mewakilkan dokumentasi pasien. Aktivasi dan insersi ortho hanya dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah didaftarkan. Selain itu, pasien yang dialihkan ke mahasiswa lain wajib memiliki pembimbing yang sama dan disertai surat pernyataan jika tidak melanjutkan perawatan. Beliau juga menekankan pentingnya kedisiplinan serta manajemen waktu agar proses rotasi berjalan optimal.

Sementara itu, drg. Nurfadillah Arifin, MARS. memperkenalkan mata kuliah baru bertajuk Martikulasi Kolaborasi Kedokteran Gigi yang mulai diterapkan pada angkatan 2023 dan 2024. Program ini dirancang untuk mengasah kemampuan kerja sama baik secara intraprofesi (antar dokter gigi) maupun interprofesi (lintas tenaga kesehatan seperti perawat, bidan, dan apoteker). Mahasiswa diwajibkan menangani dua jenis pasien: pasien integrasi (melibatkan tiga tindakan dalam satu mulut) dan pasien kolaboratif yang melibatkan diskusi bersama profesi lain. Diskusi tersebut harus didokumentasikan secara tertulis seperti notulensi atau dokumentasi.

Program kolaborasi juga mencakup kegiatan Teledentistry, di mana mahasiswa akan melakukan edukasi kesehatan gigi secara langsung (live) melalui akun Instagram RSIGM. Setiap mahasiswa mendapatkan alokasi waktu 30 menit untuk menyampaikan materi edukatif dan menjawab pertanyaan dari masyarakat, yang akan dihitung sebagai bagian dari konsultasi.

Sebagai syarat tambahan, mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan Jurnal Reading yang disusun dalam bentuk referat komprehensif berdasarkan tema yang telah ditentukan.

Untuk bidang Forensik, drg. Lukman Bima, MM., M.Kes., memaparkan rangkaian kegiatan selama rotasi dua minggu, yang mencakup pemeriksaan serta pembuatan untoperton/mosforton, pengisian odontogram dan identifikasi usia melalui radiografi panoramic, serta penyusunan referat hasil kajian literatur.

Menutup kegiatan, drg. Chusnul Chotimah, Sp.Pros. selaku Komkordik menyampaikan arahan strategis kepada mahasiswa untuk lebih bijak dalam mengelola waktu rotasi dan menyelesaikan seluruh syarat kepaniteraan secara tertib dan tepat waktu.

“Waktu rotasi terbatas. Maka dari itu, penting bagi mahasiswa untuk membuat perencanaan yang matang agar seluruh tugas dapat diselesaikan tanpa mengganggu bagian lainnya,” pesannya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Mahasiswa Co-Ass dapat menjalani proses kepaniteraan klinik dengan pemahaman menyeluruh, profesionalisme tinggi, dan semangat kolaboratif dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *